Image of Pemberdayaan Masyarakat Dalam Tradisi Rebo Pungkasan Sebagai Kearifan Lokal (studi historis menelusuri budaya sebagai kearifan lokal dengan legenda mitos dan dongeng)

Text

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Tradisi Rebo Pungkasan Sebagai Kearifan Lokal (studi historis menelusuri budaya sebagai kearifan lokal dengan legenda mitos dan dongeng)



Buku "Pemberdayan Masyarakat Dalam Tradisi Rebo Pungkasan Sebagai Kearifan Lokal", merupakan salah satu upaya mengangkat budaya lokal, kearifal lokal dan untuk melestarikan adat-istiadat yang sudah berlangsung lama, namun masih menjadi misteri asal-mulanya tradisi Rebo Pungkasan dengan berbagai versi. Upaya yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan mengkaji sejarah, legenda, dongeng, mitos tentang Rebo Pungkasan, sehingga warga masyarakat dapat memahami potensi dan sumber yang dimiliki serta dapat mengatasi masalah di desa ataupun memberi perlindungan (proteksi) untuk melestarikan Tradisi Rebo Pungkasan sesuai dengan kemampuan yang ada. Sekarang pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sedang bersemangat untuk membangkitkan, membangun dan melestarikan budaya lokal, adat istiadat tradisional, sebagai salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh derasnya arus modernisasi, informasi dan globalisasi dunia, yang berdampak negatif yaitu individualistis, materialistis, hedonisme dan sekuler. Sudah banyak generasi muda yang lebih tertarik terhadap budaya asing dari pada budaya Jawa. Oleh sebab itu, maka salah satu cara untuk melestarikan kearifan lokal "Tradisi Rebo Pungkasan" sebagai bagian dari kepribadian bangsa Indonesia heterogen, dapat dilakukan dengan penelitian dan membuat buku agar dapat dipelajari dan dipahami oleh generasi muda dan warga masyarakat sebagai upaya menanamkan jiwa kebangsaan (patriotisme) yang Bhineka Tunggal Ika dan sesuai dengan Pancasila. Buku ini memberikan penjelasan tentang tiga versi tradisi Rebo pungkasan, yaitu :

Versi pertama : Pertama Tradisi Rebo Pungkasan berdasarkan sejarah, legenda, mitos dan dongeng tentang Panembahan Senopati yang melakukan topo ngeli dari tempuran Kali Opak ke Parangtritis (Parangkusumo) di Pantai Selatan Jawa dan berjumpa dengan Kanjeng Ratu Kidul (Ratu Pantai Selatan Jawa). Tirakat dan semedi tersebut dilakukan Panembahan Senopati untuk mengalahkan Adipati Jipang Panolan, yaitu Raden Arya Panangsang dan untuk mendirikan kerajaan Mataram Islam di Kotagede.
Versi Kedua : tradisi Rebo Pungkasan berdasarkan sejarah, legenda, mitos dan dongeng tentang Sultan Agung dengan Kanjeng Ratu Kidul (Nyi Roro Kidul), sehingga desa tersebut dinamakan Wonokromo, yaitu Wono adalah alas dan Kromo adalah Kawin, sehingga maksudnya Wonokromo adalah alas tempatnya perkawinan antara Sultan Agung dengan Kanjeng Ratu Kidul.
Versi ketiga: Tradisi Rebo Pungkasan berdasarkan sejarah, legenda, mitos dan dongeng tentang Kyai Muhammad Fakih Usmand (Kyai Welit) yang menggagas untuk membentengi kerajaan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat perlu didirikan Masjid Pathok Negara, sehingga rakyat Mataram memiliki kepribadian yang baik sesuai Syariat Islam. Karena jasanya tersebut Kyai Welit diberi sebuah desa (perdikan) yang diberi nama Wonokromo yang berasal dari bahasa Arab Wa ana Karomah dengan maksud agar desa tersebut kelak menjadi desa santri dan banyak karomah/berkahnya.


Ketersediaan

2016HD516361.80724 IRM 72 e.1Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD517361.80724 IRM 72 e.2Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD518361.80724 IRM 72 e.3Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD519361.80724 IRM 72 e.4Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD520361.80724 IRM 72 e.5Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD521361.80724 IRM 72 e.6Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD522361.80724 IRM 72 e.7Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD523361.80724 IRM 72 e.8Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD524361.80724 IRM 72 e.9Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD525361.80724 IRM 72 e.10Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
361.80724 IRM 72 e.
Penerbit B2P3KS Press : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
xvii, 158 hlm. : ilus. ; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-698-400-8
Klasifikasi
361.80724
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet. 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this