Image of Implementasi Sistem Jaringan Kerja Dalam Penyaluran Bantuan Bencana Alam

Text

Implementasi Sistem Jaringan Kerja Dalam Penyaluran Bantuan Bencana Alam



Pengkajian Implementasi Sistem Jaringan Kerja Dlam Penyaluran Bantuan Sosial Bencana Alam, termasuk jenis penelitian untuk mengetahui Implementasi Sistem Jaringfan Kerja dalam Penyaluran Bantuan Sosial Bencana Alam yang dilakukan di enam lokasi penelitian yaitu : Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Garut, Kabupaten Sleman, Kota Ternate, dan Kota Jayapura. Keenam lokasi dikenal sebagai wilayah rawan bencana alam seperti gempa bumi, banjir, erupsi gunung berapi, dan tsunami. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, wawancara, observasi, dan FGD. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di enam lokasi penelitian telah terbentuk sistem jaringan penyaluran bantuan sosial bagi korban dengan komponen subsistem meliputi Jaringan Kerja, Jaringan Personil, Jaringan Komunikasi, Jaringan Transportasi, dan Jaringan Posko. Namun demikian khusus untuk Kota Ternate belum memasukkan komponen jaringan personil dalam sistem jaringan kerja, meskipun dalam berkegiatan telah menempatkan jaringan personil sebagai komponen jaringan dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana alam. Jaringan kerja dalam penyaluran bantuan sosial bencana alam di enam lokasi penelitian belum dijadikan pedoman pelaksanaan penyaluran bantuan sosial bencana alam yang dituangkan dalam bentuk regulasi. Bekerjanya sistem jaringan belum terkoordinasi secara baik. Berbagai instansi dan lembaga terkait serta masyarakat yang tegabung dalam komponen sistem jaringfan masih bekerja secara sendiri. Terbentuknya BPBD sebagai SKPB yang bertindak sebagai koordinator penyaluran bantuan belum dapat berfungsi secara baik. Amanat Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pasal 18 UU tentang Pembentukan BPBD, belum mempertimbangkan kesiapan daerah sehingga di enam lokasi penelitian terjadi keterlambatan pembentukan BPBD. Hal ini menjadi salah satu faktor belum bekerjanya sistem jaringan secara baik. Bekerjanya sistem jaringan dilihat dari mekanisme dan proses penyaluran bantuan yang dilakukan di enam lokasi penelitian belum mempertimbangkan kondisi wilayah, karakteristik bencana, karakteristik sosial budaya, jenis bencana yang berakibat pada kurang tercapainya pemenuhan kebuuthan korban bencana secara tepat.
Berdasarkan hasil temuan kajian di enam lokasi penelitian, diajukan rekomendasi bahwa untuk implementasi sistem jaringan penyaluran bantuan sosial bencana alam hendaknya didahului dengan pemetaan kesiapan daerah, baik personil, dana, sarana dan prasarana serta regulasi yang mendukung pelaksanaan jaringan kerja penyaluran bantuan sosial bencana alam. Sedangkan untuk menentukan bekerjanya sistem jaringan yang meliputi : mekanisme, prosedur dan sinergitas personil diperlukan pemetaan terhadap karakteristik bencana, kondisi sosial budaya, kondisi ekonomi, dan karakteristik wilayah. Dengan memberikan kewenangan penuh kepada setiap daerah yang terkena bencana untuk menentukan sendiri sesuai dengan potensi yang dimiliki karakteristik bencana, kondisi sosial budaya, kondisi ekonomi, dan karakteristik wilayah. Pemerintah pusat akan melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah.
Kebijakan penanggulangan bencana yang dituangkan dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007, dalam implementasinya segera mungkin perlu dilengkapi dengan peraturan pelaksanaannya. Demikian halnya dengan kebijakan pembentukan BPDB perlu segera dilengkapi dengan Prosedur Tetap. Kementerian Sosial sebagai instansi utama dalam menentukan kebijakan penyaluran bantuan sosial bencana alam melalui Ditjen Linjamsos dalam setiap penyusunan kebijakan dan peraturan pelaksanaan hendaknya dilakukan dengan meningkatkan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait. Peningkatan sinkronisasi tentang kebutuhan tiap-tiap daerah yang mempunyai resiko bencana dengan mempertimbangkan kepemilikan potensi personil, potensi keuangan, dan ada tidaknya organisasi penanggulangan bencana. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi terjadinya duplikasi badan/organisasi penanggulangan bencana (sebagai contoh BPBD membentuk Kelompok Siaga Bencana melalui program Desa Tangguh, Kementerian Sosial membentuk Kampung Siaga Bencana, Kementerian Kesehatan membuat program Desa Siaga).
Pemerintah daerah hendaknya memberi dukungan terhadap terbentuknya BPBD baik itu berupa regulasi, dana, personil, sarana dan prasarana. Keterlibatan instansi terkait yang tergabung dalam SKPD maupun lembaga sosial, dunia usaha dan masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Pelibatan masing-masing instansi/lembaga serta masyarakat dalam setiap program penanggulangan bencana menjadi faktor penting dalam pengembangan sistem jaringan kerja dalam penyaluran bantuan sosial bencana alam.


Ketersediaan

2016HD456363. 30724 SRI i c. 1Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD457363. 30724 SRI i c. 2Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD458363. 30724 SRI i c. 3Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD459363. 30724 SRI i c. 4Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD460363. 30724 SRI i c. 5Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD461363. 30724 SRI i c. 6Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD462363. 30724 SRI i c. 7Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD463363. 30724 SRI i c. 7Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD464363. 30724 SRI i c. 9Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD465363. 30724 SRI i c. 10Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD466363. 30724 SRI i c. 11Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD467363. 30724 SRI i c. 12Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD468363. 30724 SRI i c. 13Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD469363. 30724 SRI i c. 14Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD470363. 30724 SRI i c. 15Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
363. 30724 SRI i c.
Penerbit B2P3KS Yogyakarta : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
xii, 152 hlm. : ilus. ; 24 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789796983414
Klasifikasi
363. 30724
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet. 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this