Image of Anak terluka anak ajaib

Text

Anak terluka anak ajaib



Siapa tidak suka bergaul dengan anak kecil yang bersikap polos, lugu dan lucu ? Mata anak kecil ini bersih dan mursi serta mengingatkan kita akan masa kecil kita sendiri. Bagi kita orang dewasa masa kecil itu sudah lewat, dan anggapan umum berkata bahwa kini tinggal kenangan manis. Sekali waktu timbul kerinduan akan masa manis itu. Masa itu telah menjadi bagian dari sejarah pribadi kita merupakan dasar segala perkembangan selanjutnya. Kita merasakan bahwa kita bukan lagi anak kecil, dan tidak mau ditertawakan orang karena bertindak seperti anak-anak. Namun di kedalaman hati kita, anak dari masa kecil masih ada. Semua yang pernah kita alami, yang kita sukai, dan yang kita benci itu masih tersimpan dan dapat dihidupkan kembali. Semua itu telah menghablur dalam ingatan dan hati kita, bahkan telah teresapkan pula dalam otot-otot, baik pengalaman manis maupun pengalaman pahit. Anak dalam diri kita sebetulnya telah menunggu agar boleh muncul dan hadir bagi kita yang dewasa dengan segala keaslian dan daya ciptanya. Anak itu mau meberikan sesuatu, ialah sukacita, kelincahan dan gairah hidup yang akan mempermuda wajah dan tingkah laku kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh memotong sesuatu apapun dari masa kecil itu perlu disembuhkan dengan jalan mengingat, memahami dan menerima anak itu apa adanya. Kemudian kita perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dimasa kecil kurang ditanggapi atau beum terpenuhi.
Buku ini ditulis bagi kita orang-orang dewasa yang sudah lama berjuang dan bekerja keras dalam menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari. Kita sering merindukan saat-saat santai penuh suka cita. Buku ini akan membantu untuk menyadari dan menggali masa kecil itu aserta menimba dari sumber pembaharuan dan kasih saying yang tersedia dalam diri anak kecil itu. Justru anak yang lemah dan rapuh itu mampu menyediakan hikmah dan kekuatan, bahkan ia rela memikul beban hidup kita.
Seluruh proses yang diuraikan dalam buku ini pada pokok inti menjadi tiga bagian, ialah masa kecil yang manis dengan anak yang dicinta, kemudian terjadinya luka yang disusul dengan pola penyesuaian dan cara penyembuhan, dan akhirnya munculnya anak yang asli dan ajaib dengan sifta-sifat utama, ialah gembira, kreatif, dan rohani. Jalan menghubungi anak kecil dalam diri kita terjadi melalui upaya mengingat (re-member yakni menganggotakan kembali), menggambar, membayangkan, dan menghidupkan kembali anak yang masih ada bersama semua pengalaman di masa kecil. Dalam latihan-latihan yang disajikan, kita berbicara dengan dia seperti kita berbicara dengan seorang anak di depan kita. Dalam usaha menghidupkan kembali anak itu bersama segala pengalamannya, kita dapat dibantu juga dengan mengingat bagaimana perasaan kita terhadap orangtua kita, kaka-kakak dan ornag-orang serumah, juga mengenai pakaian, makanan dan permainan kita pada masa itu.
Tujuan seluruh usaha itu adalah supaya kita menyadari bahwa anak dalam diri kita, yang selanjutnya kita beri nama si Kecil, tidak lagi tergantung dari kasih pemeliharaan orangtua, melainkan bahwa kita sendirilah yang perlu memelihara dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan si Kecil dalam diri kita. Melalui latihan-latihan itu kita menjadi terbiasa berelasi akrab hangat dengan si Kecil. Apabila ia telah sembuh dari luka dasar di masa kecil, ia akan muncul sebagai anak ajaib dengan segala keasliannya. Dampaknya adalah kita lebih menyukai diri dan lebih kerasan pada diri sendiri.
1. Pendahuluan
2. Anak dan masa kecil : anak dalam diri kita, tiga kebutuhan pokok anak kecil, menjumpai si kecil dalam diri kita, anak yang tak dicinta, menumbuhkan kasih saying, keakraban, jati diri dan ego.
3. Peristiwa anak dilukai dan jalan menuju penyembuhan : anak yang dilukai dan akibat-akibatnya, percakapan dengan si kecil yang terluka, anak yang takut dan dampaknya, anak yang menyesuaikan diri, langkah-langkah penyembuhan, merawat si kecil yang terluka, orangtua yang menegur dan mencela, menumbuhkan daya lindung, menyembuhkan dengan memaafkan.
4. Anak ajaib lahir kembali dengan keasliannya : lahirnya anak ajaib, anak ajaib dan sifat-sifatnya, anak ajaib yang gembira, anak ajaib yang kreatif, anak ajaib yang bersifat rohani
5. Lampiran-lampiran : pengalaman dan kegiatan di masa kecil, menghayati kembali dongeng kesayangan di masa kecil, kebahagiaan pada awal masa kanak-kanak, busana baru sang raja
6. Kesimpulan


Ketersediaan

7000713155.4 Boc aPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (12)Tersedia
7000786155.4 Boc aPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (12)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
155.4 Boc a
Penerbit Pustaka Pelajar : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
207 hlm.; 19 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-21-1372-X
Klasifikasi
155.4
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this