Image of Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat

Text

Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat



Buku ini membahas salah satu Metode Intervensi utama dalam dunia Ilmu Kesejahteraan Sosial, yaitu Metode “Intervensi Komunitas” atau lebih dikenal dengan istilah “Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat”. Buku ini dibagi menjadi Sembilan Bab, yang masing-masing Bab tidak beridir sendiri secara total, melainkan masih berhubungan dengan Bab yang lainnya. Kesembilan Bab tersebut dibagi menjadi empat bagian besar.
Bagian pertama, membahas tentang latar belakang dan kerangka pemikiran yang terkait dengan intervensi komunitas.
Pada Bab Satu, dibahas mengenai “Dimensi Makro dan Mikro dalam Pembangunan”. Bab ini mencoba mendeskripsikan beberapa pendekatan dalam pembangunan yang telah berkembang selama empat dasawarsa terakhir dan pengaruhnya terhadap alur pembangunan di dunia. Disamping itu, bab ini juga menggambarkan dimensi mikro dalam pembangunan yang mengaitkan aspek manusia sebagai penggerak pembangunan dengan lingkungannya, dalam hal ini disiplin psikologi. Meskipun gambaran yang diberikan masih sangta sederhana, diharapkan dalam bab ini akan tergambar secara sederhana pengaruh dari visi makro (dalam hal ini berbagai pendekatan pembangunan yang berkembang selama ini) dan visi mikro (dalam hal pendekatan psikologi dalam melihat manusia) yang terkait dengan pembangunan nasional secara umum, pembangunan social pada khususnya.
Bab dua akan membahas isu yang terkait dengan “Kesejahteraan Sosial, Pembangunan Sosial, dan Pembangunan yang berpusat pada manusia.” Pada subbab pertama dari bab ini dibahas mengenai Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Sosial, dimana didalamnya dijelaskan beberapa pandangan dalam melihat kesejahteraan social, apakah ia dilihat sebagai kondisi, ilmu, kegiatan, ataukah suatu gerakan. Disamping itu, digambarkan pula secara singkat, keterkaitan antara kesejahteraan social dengan pembangunan social. Pada subbab berikutnya digambarkan pula Pembangunan Sosial secara lebih rinci dan mengaitkannya dengan pembangunan yang berpusat pada manusia sebagai salah satu pendekatan dalam pembangunan yang tidak saja memfokuskan pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan unsur manusia yang terkait dengan lingkungannya.
Bab tiga membahas secara lebih mendalam tentang isu “ Pemberdayaan Masyarakat dan Partisipasi Masyarakat” yang menajdi bahasan tidak terpisahkan dalam suatu program intervensi Komunitas. Pada Bab ini, pemberdayaan masyarakat tidak dilihat dari satu dimensi saja, tetapi dapat dilihat sebagai suatu proses atau program. Disamping itu, dalam kaitan dengan proses pemberdayaan masyarakat yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan di Indonesia.
Bab empat, membahas secara lebih mendalam tentang perbedaan beberapa model (pendekatan) intervensi yang terdapat dalam intervensi komunitas. Disini diuraikan perubahan pemikiran dari Rothman. Ia mengawalinya dari Pengorganisasian Masyarakat pada tahun 1960-an dengan tiga model intervensi kemudian dikembangkan menjadi lima model intervensi pada tahun 1980-an dan pada tahun 1990-an digabungkan kembali menjadi tiga pendekatan intervensi yang pada intinya merupakan penggabungan dari keempat model intervensi dari lima model intervensi yang ada. Dismaping itu, dikemukakan juga pandangan Glen mengenai internvensi Komunitas ini sebagai pembanding dari apa yang dikemukakan oleh Rothman. Pada subbab berikutnya dijelaskan secara ringkas mengenai peran yang dapat dimainkan oleh community worker dan ketrampilan dasar apa saja yang kiranya perlu dikuasai dalam menjalankan peran tersebut.
Bab lima, membahas salah satu model intervensi dalam Intervensi Komunitas, yaitu model intervensi “Aksi Komunitas (*Community Action”). Disini dibahas mengenai latar belakang perkembangan dan pengertian aksi komunitas, serta karakteristik dan strategi intervensi yang biasa digunakan oleh model ini. Model intervensi Aksi Komunitas ini memang kurang diminati oleh kelompok “elit” tertentu, sebaliknya pendekatan ini mempunyai pendukung di kalangan mereka yang “tertindas” ataupun mereka yang menjadi korban dalam pembangunan. Meskipun beberapa bentuk “blocking manoeuvre” tidak atau belum mendapat restu dari beberapa pemerintah di negara tertentu, tetapi di berbagai negara pendekatan ini sudah mendapat tempat tersendiri, sebagai sarana pengungkapan isi hati anggota masyarakat terhadap suatu isu yang muncul. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan bentuk demokrasi yang mereka kembangkan dan pendidikan terhadap massa tentang makna demokrasi yang santun, tetapi lugas.
Bab enam membahas model (pendekatan) intervensi yang lain dalm Intervensi Komunitas, yaitu pendekatan “Pengembangan Masyarakat”. Model Intervensi ini adalah salah satu model intervensi yang paling banyak digunakan oleh berbagai organisasi pemerintah (government organization) maupun organisasi non pemerintah (nongovernment organization) di Indonesia. Pada bab ini juga dibahas mengenai latar belakang perkembangan dan pengertian dari pengembangan masyarakat, serta strategi intervensi ataupun pendekatan dalam model intervensi ini. Disamping itu, dibahas pula fase-fase yang biasa digunakan dalam melaksanakan Pengembangan Masyarakat. Pada Bab ini juga dibahas pula fase-fase yang biasa digunakan dalam melaksanakan Pengembangan Masyarakat. Pada Bab ini juga dibahas mengenai berbagai kendala yang dapat dijumpai dalam melakukan pengembangan masyarakat, baik itu kendala yang bersumber dari individu sendiri maupun kendala yang bersumber dari sistem sosialnya.
Bab Tujuh akan membahas tentang peran “Aset Komunitas dalam Pengembangan Masyarakat”. Bab ini akan membahas bahwa dalam suatu proses pembangunan sebenarnya terdapat banyak asset komunitas dan bukan hanya modal finansial yang dapat dikatakan sebagai asset komunitas. Materi yang dikembangkan oleh Green dan Haines tentang community assets akan menjadi dasar pengembangan bab ini, dan diperluas dengan materi yang lain serta pengalaman dari penulis. Oleh sebab itu, pada bab ini akan dibahas secara singkat ketujuh asset komunitas yaitu modal fisik, modal finansial, modal lingkungan, modal teknologi, modal manusia, modal social, dan modal spiritual.
Bab delapan akan membahas mengenai “Kebutuhan dan Teknik Pengidentifikasiannya”, dalam hal ini Teknik yang biasa dapat digunakan untuk menjaring “kebutuhan yang dirasakan” (felt needs) maupun “masalah” (problems) yang dirasakan oleh anggota komunitas. Pada bab ini akan dibahas secara singkat mengenai kebutuhan dan lima bentuk Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah pada tingkat komunitas. Akan tetapi, dalam pembahasannya ada Teknik-teknik tertentu yang mendapat sorotan lebih dalam dari Teknik yang lain, antara lain karena unsur kemudahan, kebermanfaatan, ataupun kesederhanaan Teknik tersebut bila dibandingkan dengan Teknik yang lain. Beberapa Teknik yang diuraikan dalamm bab ini adalah Teknik pengidentifikasian dengan Teknik Delphi, Delbecq, Curah Pendapat (Brainstorming) dan juga Teknik Diskusi Kelompok (Group Discussion). Disamping itu, pada Bab ini juga dibahas secara singkat tentang metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang memfokuskan pada upaya pengidentifikasian kebutuhandan potensi masyarakat dengan menitikberatkan pada proses pembelajaran masyarakat dalam rangka memberdayakan masyarakat.
Bab kesembilan memberikan ilustrasi bagaimana bila suatu intervensi bagaimana bila sutau intervensi komunitas diaplikasikan guna merancang suatu strategi umum pengembangan suatu kota, dalam hal ini kota Jakarta. Pada Bab ini, juga diuraikan beberapa permasalahan yang menjadi akar munculnya beberapa permasalahan cabang di ibu kota. Bab ini juga mencoba melihat bagaimana keberadaan Jakarta sebagai suatu ibukota besar di Indonesia, tidak dapat dilepaskan dengan daerah-daerah disekitarnya yang menajdi penyuplai tenaga migran yang kurang trampil, yang kemudian menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Setelah itu juga diuraikan secara singkat gambaran umum dari strategi yang harus dikembangkan pemerintah daerah ibukota untuk memperbaiki kondisi saat ini.


Ketersediaan

7000608361 Adi iPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
7000488361 Adi iPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
7000631361 Adi iPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
361 Adi i
Penerbit OReilly : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xxvii, 410 hlm.; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-769-194-3
Klasifikasi
361
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this