Image of Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar

Text

Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar



Bab dalam buku ini merupakan capita selecta dari kumpulan makalah yang pernah dihadirkan dalam berbagai kesempatan seminar. Tema makalah ini membahas tentang pembelajaran yang didasarkan pada ciri-ciri perkembangan anak pada taraf Pendidikan anakmpada taraf Pendidikan usia dini yang mencakup prasekolah dan Pendidikan dasar.
Bab pertama dalam buku ini menguraikan pokok pikiran belajar dan pembelajaran. Bagian ini menjelaskan mengapa manusia belajar, konsep belajar, dan bagaimana kita belajar. Mengapa manusia belajar dilandasi oleh ciri esensial perkembangan manusia, yaitu adanya dorongan untuk mengupayakan diri mempertahankan diri sehingga proses belajar terjadi secara terus menerus sepanjang hayat untuk menjadikan manusia mandiri dan mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungabn.
Bab kedua menguraikan factor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak. Pembahasan diawali denga uraian tentang tumbuh kembang anak, factor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dan implikasinya. Prestasi belajar anak bukan saja dipengaruhi oelh kemampuan intelektual yang bersifat kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh factor-faktor non kognitif , tetapi juga dipengaruhi oleh factor-faktor non kognitif seperti emosi, motivasi, kepribadian serta juga dipengaruhi berbagai factor lingkungan.
Bab ketiga menjelaskan konsep belajar sambil bermain. Bab ini menjelaskan arti bermain bagi anak., konsep belajar sambil bermain dan implikasi bagi siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Bermain merupakan kegiatan yang serius namun mengasyikkan . Bermain bagi anak juga memiliki unsur resiko, unsur pengulangan dan merupakan media untuk menyatakan kebutuhannya.
Bab keempat membahas meningkatkan daya nalar kreatifitas melalui membaca. Minat baca untuk meningkatkan daya nalar dilatihkan asal anak belajar mencari kerangka acuan bacaan tersebut. Kerangka acuan meiliki ciri yaitu pemahaman tujuan bacan itu dan pemahaman maknanya. Pemahaman tersebut akan membentuk struktur (skema) dalam memfungsikan daya nalarnya. Semua itu terjadi bila kondisi meningkatkan minat baca itu sesuai dengan kebutuhan anak, yaitu apabila isi bacaan itu manarik, memberikan pengalaman bermakna pada anak serta menyenangkan dan mengasyikkan. Bacaan itu harus jelas dan dapat diterima sesuai perkembangan umur anak. Apabila suasana sekolah dapat menghidupkan motivasi anak untuk membaca, maka rumahpun dapat ,menunjang kebiasaan membaca.
Bab kelima menguaraikan urgensi cerita terhadap pembentukan pribadi anak. Cerita yang bernilai tauhid dan akhlak akan mendekatkan anak pada nilai-nilai fitrahnya, serta menumbuhkembangkannya secara wajar untuk beriman kepada Allah. Sebaliknya cerita asing dapat berpengaruh positif atau juga negative. Pengaruh positif terkait dengan perluasan wawasan pengetahuan, sedangkan pengaruh negative terjadi apabila cerita asing (ataupun cerita “kebudayaabn” kita sendiri) menayangkan kekerasan, seks, dan kehidupan antisosial yang akan meracuni kehidupan anak.
Bab keenam menjelaskan menemukan jenius dalam diri setiap anak. Bab ini berisi uraian tentang era reformasi dan peranan Pendidikan, paradigma baru Pendidikan memasuki abad ke-21, dan dampak penelitian neuro, science terhadap kurikulum sekolah. Kerangka pikirnya adalah bahwa dengan harapan tiada terbatasnya keterbakatan setiap orang (limitless expectancy of the giftedness of each person), setiap orang harus dipandang memiliki keunikan keragaman yang seharusnya dianggap sebagai kekuatan, bukan suatu deficit, dan harus dirancang integrase belajar (integrity of learning) sebagai proses pembelajaran yang holistic sesuai kebutuhan belajar.
Bab ketujuh menjelaskan hubungan antara kemampuan berbahasa anak dengan intelektualnya. Secara timbal balik perkembangan Bahasa mempengaruhi kehidupan intelektual anak dan kehidupan intelektual yang tersulut minatnya juga akan menambah perbendaharaan dan pengertian Bahasa anak.
Bab kedelapan membicarakan peran Pendidikan computer dalam meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosi anak. Penggunaan computer dapat me-reinforce perkembangan inteleegensi karena memenuhi rasa ingin tahu manusia dan kecepatan, kecermatan, keterkinian informasi dapat diperoleh melalui computer. Bila minat anak tertarik karena an, sehingga terjadilah tak merasa pengalaman belajar itu bermakna sehingga emosinya bergerak, maka semua intelegensinya akan berfungsi secara bersamaan, sehingga terjadilah tersulutnya minat itu yang akan menerobos pada saluran neuron otak yang selama ini belum terjelajahi.
Bab kesembilan menjelaskan kesulitan belajar khusus anak sebagai dampak dari Disfungsi Minimal Otak (DMO). DMO dipakai sebagai pengelompokan deskriptif dan diagnostic yang menunjuk kepada anak dengan kemampuan intelektual dibawah rata-rata, rata-rata atau diatas rata-rata yang mempunyai ketidakmampuan belajar atau tingkah laku menyimpang dengan rentangan yang ringan sampai kepada yang berat. Ada tiga kelompok kemungkinan sebab yang dapat menjadi perkiraan terjadinya kesulitan belajar khusus sebagai dampak DMO, yaitu prenatal, perintal, dan postnatal. Hal terpenting bagi anak ini adalah ciri-ciri tertentu yang menjadi titik tolak memperlakukan anak ini adalah ciri anak tertentu yang menjadi titik tolak memperlakukan anak tersebut dengan cara-cara tertentu baik secara umum maupun secara khusus.
Bab kesepuluh membahas Pendidikan terpadu sebagai realisasi strategi ekualisasi. Pendidikan terpadu dilihat dari sudut pandang hal setiap anak, juga anak luar biasa, untuk memperoleh layanan Pendidikan, tidak berbeda dari anak lainnya. Keterpaduan pendiidkan menunjuk pada Pendidikan inklusif (inclusive education), yaitu suatu Pendidikan yang dilandasi oleh konsep equel education opportunity, namun yang memerlukan guru yang mampu dan memiliki keterampilan professional untuk menghadirkan anak luar biasa dengan anak lainnya dalam pembelajaran secara bermakna.
Bab kesebelas menguraikan kebijakan Pendidikan dasar menengah masyarakat Indonesia baru. Kebijakan ini dilandasi oleh kerangka titik awal yang terkait dengan kondisi saat ini sebagaimana dicerminkan oleh posisi kita dan kemana titik tibanya, yaitu suatu acuan yang akan mengarahkan perubahan yang dirancang untuk mencapai kemajuan. Sektor Pendidikan harus tetap berperan melalui co-creating new values dengan memperhatikan pola pemukiman, pola distribusi sumber strategi, pola prasangka; dalam rangka demokratisasi control efektif terhadap kekuatan, serta penerapan prinsip meritokrasi dalam Pendidikan multicultural. Implikasinya terkait dengan visi masa depan dan reformasi Pendidikan.
Bab kedua belas beirisi penerjemahan buku anak-anak dalam meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat. Uraian diawali dengan data empiris dan situasi ideal yang terkait dengan permasalahan minat baca-tulis masyarakat serta pengembangan buku.Dilanjutkan analisis dan implikasinya.
Bab ketiga belas menguaraikan pengembangan sikap dan minat terhadap Pendidikan Sains pada tingkat Pendidikan dasar. Pengembangan sikap dan minat Pendidikan Sains seyogyanya dimulai sejak dini.
Bab keempat belas membahas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial ditinjau dari perspektif Pendidikan. Seorang pendidik (Guru) sebagai pelaku Pendidikan karenanya secara sengaja atau tidak sengaja, secara voluntary atau involuntary, intentional atau unintentional, selalu mempengaruhi kehidupan batiniah sesamanya.
Bab kelima belas menguraikan perlakuan anak SD Penjaskes sesuai dengan taraf perkembangannya. Dalam konteks Penjaskes ini berbagai pengamatan menunjukkan bahwa anak mencapai cita-cita yang luhur sebagaimana diamanatkan dalam pembangunan bangsa, pembelajaran manusia seutuhnya perlu memperhatikan 2 hal, yaitu agar berbagai latihan Penjaskes diberikan secara baik dan benar, namun juga bahwa latihan itu diberikan sesuai taraf perkembangan anak.
Bab keenam belas membahas pengembangan intelektual dan kreativitas anak usia dini.
Bab ketujubelas menjelaskan ketrampilan proses sebagai suatu pendekatan proses sebagai suatu pendekatan dalam meningkatkan cara belajar siswa aktif dan kreatif.
Bab kedelapan belas menguraikan tema menghadapi tantangan Pendidikan anak berbakat.
Bab kesembilan belas membahas program eskalasi dan akselerasi di sekolah dasar.
Bab kedua puluh ditulis khusus sebagai penutup buku.


Ketersediaan

7000113372.21 Sem bPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
7000149372.21 Sem bPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
372.21 Sem b
Penerbit Wiley : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xvi, 170 hlm. ;24 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-683-849-4
Klasifikasi
372.21
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 2
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this