Image of Konseling masyarakat : strategi pemberdayaan masyarakat majemuk

Text

Konseling masyarakat : strategi pemberdayaan masyarakat majemuk



Konseling masyarakat merupakan suatu bisang kajian multi disiplin yang luas dan kompleks. Banyak yang menyatakan bahwa disiplin ilmu ini sangat tegas dalam penentuan Batasan lapangan kajiannya, akan tetapi sekaligus juga multidisiplin dalam aplikasi praktis di lapangan. Konseling masyarakat merupakan disiplin ilmu yang berupaya membantu individu, keluarga, maupun kelompok tertentu yang memilikim kebutuhan khusus dan menghubungkannya dengan berbagai aspek dalam masyarakat, baik social, budaya, ekonomi, politik, maupun aspek lingkungan. Konselor masyarakat memerankan diri dalam perspektif developmental dalam mengkaji dan membantu permasalahan social maupun kesehatan mental secara holistik.
Konseling masyarakat dan pekerjaan sosial telah saling berbagi dalam jalur perkembangannya, yang sebagian berasal dari teori psikologi maupun sosiologi yang semuanya ikut membantu pengembangan bangunan teoritik masing-masing disiplin tersebut. Konseling masyarakat, seperti juga pekerjaan sosial, berhubungan langsung dengan upaya untuk mencapai keberfungsian sosial individu, kelompok maupun masyarakat serta merespon kebutuhan masyarakat sebaik mungkin. Konseling Masyarakat adalah layanan konsultasi kesehatan jiwa yang melayani baik individu, dan kelembagaan masyarakat. Misi utama konseling masyarakat adalah untuk membentuk hubungan kerjasama yang era tantara penyedia layanan kesehatan mental dengan anggota masyarakat. Dengan demikian, klien atau penerima pelayanan konseling menerima pelayanan secara utuh, bukan hanya persoalan kesehatan mental, tetapi juga kultural maupun sosial yang terjalin erat dalam masyarakat.
Ketrampilan konselor, bagaimanapun juga, tidak pernah dianggap sebagai bagian yang berdiri sendiri sesuai dengan proses yang telah ditetapkan oleh disiplin itu sendiri. Ketrampilan ini ditentukan oleh disiplin itu sendiri. Ketrampilan itu ditentukan oleh banyak factor kontekstual yang saling berhubungan satu dengan lainnya secara utuh. Konselor begitu juga kliennya, memiliki aspirasi sendiri serta juga memiliki pilihan-pilihan sendiri yang secara Bersama akan memandu proses konseling secara berkelanjutan, buku ini terfokus pada proses-proses maupun berbagai ketrampilan yang diperlukan oleh praktisi konselor masyarakat.
Konselor masyarakat memiliki tanggung jawab tidak hanya pada upaya penyembuhan klien, tetapi juga memiliki tanggung jawab professional untuk mengkomunikasikan serta menghubungkan seluruh kemampuan profesionalnya dengan tuntutan serta karakteristik utama budaya masyarakat, dengan demikian akan mempermudah masyarakat dalam memahami secara utuh. Jika ketrampilan konseling ini dipelajari dan kemudian digunakan dalam praktek secara refleksif kritis, maka ketrampilan-ketrampilan konseling ini akan mempermudah praktisi atau pekerja sosial untuk lebih responsive terhadap kebutuhan maupun agenda klien, dengan demikian juga akan meningkatkan kemampuan klien dalam membuat keputusan-keputusannya sesuai dengan waktu dan konteksnya. Hal itu berarti juga bahwa konseling masyarakat ini merupakan suatu proses yang memberdayakan, membebaskan, bersifat fleksibel, dan terkendali secara etik (ethically bounded) sesuai situasi masyarakat sebagai arena pertolongan. Proses konseling ini bukan sekedar proses pemberian nasehat kaku yang memaksa dan mambatasi pilihan klien.
Buku ini berupaya menunjukkan kandungan utama dalam disiplin konseling masyarakat melalui suatu pemaparan yang sangat baikdari penulis untuk menggambarkan berbagai topik penting dalam konseling masyarakat yang sangat bermanfaat untuk membantu pembaca dalam memahami kompleksitasnya. Topik-topik penting ini ditulis dengan lengkap, tidka hanya diambil dari dunia akademik, tetapi juga dari pelaksanaan praktek konseling masyarakat secara mendalam, sehingga buku ini juga mampu menjelaskan hakikat praktis dalam disiplin ini. Buku konseling masyarakat ini menekankan hubungan yang kuat dan tak terpisahkan antara konseling dengan masyarakat yang sering didengungkan dalam forum diskusi.
Buku ini terdiri dari delapan Bab : Bab I. Model Konseling Masyarakat, Bab II. Edukasi Prefentif, Bab III Konseling Masyarakat Rentan, Bab IV Konseling Masyarakat dan Proses Konseling, Bab V Advokasi Klien, Bab VI Konselor Masyarakat Sebagai Agen Perubahan, Bab VII Aplikasi Model Konseling Masyarakat, dan Bab VIII Mengatur Program Konseling Masyarakat.
Buku ini sangat membantu para pratisi kesehatan mental, pekerja sosial, serta profesi pertolongan lainnya dalam memahami konseling masyarakat secara utuh, yang dipandu oleh model pelayanan secara holistic dan didukung oleh teori, metode, serta kerangka kerja yang berkelanjutan.


Ketersediaan

20110022361. 3 LEW k. 2Perpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
20110025361. 3 LEW k. 1Perpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
361. 3 LEW k
Penerbit Pustaka Societa : Hoboken, NJ.,
Deskripsi Fisik
v, 353 hlm. : ilus. ; 25 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786029519891
Klasifikasi
361. 3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this