Image of Advokasi Pekerjaan Sosial Kerangka Baru Untuk Bertindak

Text

Advokasi Pekerjaan Sosial Kerangka Baru Untuk Bertindak



Gejolak sosial yang dialami bangsa Indonesia saat ini telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Satu diantaranya taraf kesejahteraan masyarakat. Kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola sumber untuk pemenuhan kebutuhan sehari-harinya dirasakan sulit. Pengaruh gelombang globalisasipun sangat besar menghantam sendi perekonomian kita. Tingkat inflasi yang terus menggerus perusahaan berakibat pada terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sementara tuntutan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota dari para buruh terus berlangsung. Ini merupakan contoh dia sisi yang berbeda. Secara kasat mata persoalan seperti ini Nampak di hadapan kita. Tidak cukup hanya dengan kata “harus menolong” tanpa melakukan tindakan. Diantara tindakan sosial yang dapat dilakukan para advokat sosial kepada kaum pengusaha dan kaum buruh adalah dengan melakukan advokasi sosial.
Advokasi sosial dalam kerangka praktek pekerjaan sosial dapat dilakukan, tentunya dengan membedakan pendekatan konseptual antara pekerja sosial yang selama ini telah familier dengan istilah mengorganisir masyarakat (community organization), mendekatlkan dan memberikan kemudahan dalam memanfaatkan sumber (brokering), memfasilitasi (facilitating) dan melakukan perbaikan sosial (social reform). Istilah ini memang pada pelaksanaan advokasi sosial tidak dapat terlepaskan. Hanya secara khusus Robert L. Scheneider dalam bukunya ini memberikan penekanan bahwa istilah advokasi sosial itu merupakan perwakilan eksklusif dan Bersama-sama dengan klien atau dalam suatu forum, berusaha secara sistematis mempengaruhi pembuatan keputusan dalam ketidakadilan atas system yang tidak memberikan reaksi.
Dalam melakukan pengaruh untuk pembuatan keputusan tindakan yang dapat dilakukan pekerja sosial sebagai seorang advokat sosial, empat hal yang saling berhubungan tapi berbeda konteks bagi praktisi. Khusus pada bab 5 menggunakan advokasi klien sebagai focus, memberikan kesan tentang bagaimana pekerja sosial klinik, terutama sekali advokat dalam melakukan kegiatannya sehingga setiap klien dapat ditolong dan berhasil dengan baik, Kemudian pada Bab 6 konsentrasi pada penyebab advokasi, yaitu perhatian individu juga menjadi bagian persoalan bagi kelompok yang lebih besar, Dilanjutkan pada Bab 7 sebagai seorang advokat sosial, pekerja sosial mendemonstrasikan bagaimana dapat melayani klien didalam wewenang legislative. Diakhiri pada Bab 8 suatu langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan wawasan advokasi dan strategi untuk pengelola agensi dan advokat internal.


Ketersediaan

20120575Perpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
20120608Perpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
2016PB072361. 3 SCH a c.4Perpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
361. 3 SCH a
Penerbit STKS Press Bandung : Bandung.,
Deskripsi Fisik
420 hlm. : ilus. ; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-95198-3-9
Klasifikasi
361. 3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this