Image of Pekerjaan Sosial Klinis

Text

Pekerjaan Sosial Klinis



Pekerjaan sosial merupakan profesi yang selalu berkembang sejalan dengan perkembangan sejalan dengan perkembangan kebutuhan pemerlu pelayanan social. Intervensi pekerjaan social yang dilakukan dalam berbagai setting yang memerlukan pekerjaan professional, sehingga hasil layanan yang diberikan memerlukan berbagai pendekatan baik yang bersifat generalis maupun spesialis.
Buku ini membahas berbagai pendekatan atau intervensi yang cukup memadai dan dapat dijadikan acuan untuk menjadi bagian dalam praktek pekerjaan social.
Praktek Pekerjaan Sosial Klinis semakin berkembang, hal ini dapat dilihat dalam pembahasan buku ini yang menggambarkan intervensi yang meliputi intervensi individu, kelompok dan keluarga, dan system, sehingga menunjukkan intervensi yang dilakukan pekerja social menjadi komprehensif, karena melihat masalah social dari berbagai dimensi baik pada factor internal maupun eksternal.
Teori, model, pendekatan dan teknis yang digambarkan dalam buku ini sangat ringkas, sehingga memudahkan untuk memahaminya, karena disertai dengan contoh kasus.
Ada 8 issu dan kecenderungan yang mendefinisikan praktek pekerjaan social klinis yang kontemporer dan yang berkembang :
1. Pendekatan berbasis sistem.
Pendekatan berbasis system seperti pendekatan ekologis dan generalis lebih banyak digunakan, dengan penggunaan tambahan pada manajemen kasus dan system pendukung informal serta metode-metode kelompok dan keluarga.
2. Teknik-teknik praktek lanjutan juga merupakan norma
Para pekerja social diharuskan untuk menjadi pada praktisi yang sangat ahli yang mengintegrasikan pengetahuan yang luas dan beraneka dari metode-metode dan teknik-teknik untuk mendukung perspektif generalis mereka.
3. Penelitian secara digunakan sebagai dasar bagi semua praktek
Postmodernisme dan empirisme diperdebatkan secara luas (Yhyer & Wodarski, 1998). Issu ini menganggap topik-topik yang bermacam-macam preferensi metodologikal metode kualitatif vs metode kuantitatif, issu sosiopolitis penelitian feminisme dan dominasi laki-laki; dan pertanyaan filosofis tentang keinginan bebas sebagai perlawanan terhadap determinisme perilaku. Issu penelitian lainnya melibatkan pertanyaan tentang apakah pekerjaan social harus menggunakan daftar “pernyataan masalah” yang beragam atau kategori diagnostis yang didefinisikan dalam “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, Fourth Edition, text revison. (American Psychiatric Association, 2000), atau menggunakan sebuah metoda mengkategorisasikan pekerjaan social seperti model “person in environment” (manusia dalam lingkungan, PIE) (Karl & Wandrei, 1994). Mungkin saja, bidang seluas dan seberagamnya pekerjaan social pada dasarnya membutuhkan “Bahasa” yang terpisah dan berganda, yang masing-masing telah berkembang dalam budaya dan tradisi yang berbeda. Meskipun kejadian praktek seringkali menentukan Bahasa atau klasifikasi yang tepat, beberapa masih mempertanyakan apakah bidangnya harus mengupayakan untuk klasifikasinya sendiri (PIE) atau berbeda, paling tidak dalam ranah medis atau psikiatrik sampai pada diagnose-diagnosa DSM-IV-TR yang sudah diterima secara umum
4. Ringkas dalam intervensi sangatlah penting dan perhatian meningkat sesuai kebutuhan resmi untuk menghemat biaya tetapi tetap menjaga kualitas yang baik. Meskipun hampir setengah abad dari penelitian mengatakan bahwa pendekatan-pendekatan jangka pendek yang berorientasi pada wawasan bukan saja hanya kurang efisien akan tetapi juga kurang efektif dari metode-metode jangka pendek lainnya (Bergin & Garfield, 1994) dorongan masa kini terhadap keringkasan dimotivasi oleh organisasi layanan manusia dan kesehatan yang berorientasi pada wawasan bukan saja hanya kurang efisien akan tetapi juga kurang efektif dari metode-metode jangka pendek lainnya (Bergin & Garfield, 1994), dorongan masa kini terhadap keringkasan dimotivasi oleh organisasi layanan manusia dan kesehatan yang berorientasi pada laba bukan pada layanan prima yang dibutuhkan
5. Keragaman termasuk sensitivitas terhadap perbedaan-perbedaan gender, jenis kelamin, ras, etnik dan kebudayaan yang luas yang terdapat pada klien merupakan perhatian utama. Para praktisi pada tingkat tinggi atau klinis hatus memiliki pengetahuan dan sensitivitas terhadap perbedaan-perbedaan penting perilaku, sikap dan emosi dari kelompok klien yang berbeda. Pekerja social klinis atau ahli klinis yang mahir harus menghindari stereotip dan meperoleh pemahaman yang tepat tentang perspektif klien yang unik untuk mencapai hasil yang sukses. Ras, gender, usia, orientasi seksual, Pendidikan dan karakteristik latar belakang lainnya harus dipertimbangkan dalam membantu individu-individu yang unik yang kita layani.
6. Etika dan nilai merupakan factor-faktor penting dalam praktek, khususnya dalam hubungan dengan issu social dan keadilan ekonomi bagi populasi yang beresiko. Pemahaman yang jelas tentang individu yang tepat dan standar professional dari perilaku dan norma etnik diperlukan banyak situasi sulit yang dihadapi para pekerja social. Seringkali seorang pekerja social harus menjadi pemisah antara hak-hak individu dan kebutuhan social, antara hak-hak orangtua dengan kebutuhan individu anak, atau antara mereka yang memiliki uang dan kekuasaan dengan mereka yang tidak memilikinya dan bergantung pada etika dan nilai dan pekerja sosialnya
7. Perspektif Pemberdayaan dan Kekuatan merupakan komponen-komponen utama dari semua metode pertolongan. Para praktisi kontemporer mengenal bahwa hasil yang paling sukses hanya akan terjadi apabila para klien menggunakan kapasitas mereka sendiri dan membuat prubahan bagi mereka sendiri.
8. Pelayanan yang terkelola dengan baik telah memberikan cara-cara campur tangan yang baru dan berbeda. Biaya, keuntungan dan layanan-layanan yang diperbolehkan bisa mempengaruhi metode dan layanan praktek; para praktisi perlu untuk bekerja menggunakan system. Mengubahnya apabila perlu dan memperbaikinya kapanpun memungkinkan.
Mendefinisikan Praktek Kontemporer
Bab 1. Ulasan tentang Praktek Kontemporer
Bab 2. Melebihi dari Generalis (Beyond Generalist)
Bab 3. Penanganan Sistem dengan Individu
Bab 4. Manajemen Kasus
Bab 5. Kelompok Intervensi
Bab 6. Intervensi Sistem Keluarga
Bab 7. Intervensi Psikodinamis
Bab 8. Intervensi Perilaku
Bab 9. Intervensi Kognitif
Bab 10. Intervensi Singkat


Ketersediaan

20120589361. 3 MAG pPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
20120586361. 3 MAG pPerpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia
2016PB071361. 3 MAG p c. 3Perpustakaan BBPPKS Yogyakarta (13)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
361. 3 MAG p
Penerbit STKS Press Bandung : Bandung.,
Deskripsi Fisik
352 hlm. : ilus. ; 25,3 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-95198-0-8
Klasifikasi
361. 3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this