Image of Sikap Remaja dalam Penyalahgunaan Narkoba ditinjau dari Ketahanan Keluarga

Text

Sikap Remaja dalam Penyalahgunaan Narkoba ditinjau dari Ketahanan Keluarga



Dewasa ini penyalahgunaan ketergantungan narkoba di Indonesia telah sampai pada titik yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Narkotika Nasional pertahunnya terus mengalami peningkatan, tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat sehingga mudah didapat, jaringan komunikasi yang semakin canggih dan faktor sosial ekonomi. Alasan berikutnya adalah karena lintas gender, lintas usia dan lintas lapisan artinya penggunaan narkoba sudah semakin luas meliputi laki-laki dan wanita, tua dan muda, hingga berbagai kelas ekonomi di masyarakat. Badan Narkotika Nasional mengingatkan akan adanya ancaman bahaya dari penyalahgunaan NAPZA dan apabila tidak ditangani secara serius, maka angka kematian dan jumlah korban yang terus meningkat dalam deret ukur, kasusnya seperti gunung es yang mencuat diatas permukaan laut, sedangkan sebagian terbesar dibawahnya tidak tampak. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa jika terdata satu kasus berarti yang terjadi ada sepuluh kasus dan tingginya angka kematian perhari, karena penyakahgunaan narkoba ada 2-3 orang perhari. Kondisi ini tentunya menuntut upaya sungguh-sungguh tidak hanya dalam pencegahan, tetapi memulihkan mereka yang sudah terlanjur menjadi pecandu narkoba.
Keluarga merupakan tempat berlindung yang paling aman bagi anak, tempat anak bermain secara bebas, belajar, bercanda dalam keceriaan dan kasih sayang. Namun pada sisi lain keluarga dapat berubah menjadi tempat yang berbahaya bagi anak bila didalam keluarga sudah tidak ada kasih saying dan keamanan bagi anak. Kondisi ini bila berlarut-larut, maka anak tidak betah dan bosan di rumah dan anak akan merasa nyaman bila berada di luar rumah, hal ini dapat rawan/rentan anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Peranan orangtua dan keluarga sebagai sumber daya keluarga sangat penting artinya bagi perkembangan anak, karena orangtua mempunyai fungsi dan tugas dalam pembentukan jiwa generasi penerus, menumbuhkan dan memupuk jiwa besar.
Remaja/anak mempunyai anggapan yang negative maupun positif terhadap peran orangtua, pentingnya sumber daya keluarga yang baik dapat menumbuhkan anggapan tentang peran dan fungsi keluarga yang positif demikian sebaliknya. Sumber daya keluarga yang baik mampu mencegah anak/remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang fundamental serta merupakan lembaga pendidikan yang pertama yang mempunyai tugas dalam pembentukan jiwa besar, berdisiplin serta bertanggungjawab. Oleh karena itu keluarga sebagai lingkungan pertama sangat berperan dalam pencegahan, pemulihan apabila ada anggota keluarga penyalahgunaan narkoba.
Tujuan penelitian adalah diketahuinya sikap remaja dalam penyalahgunaan narkoba ditinjau dari ketahanan keluarga. Adapun hasil penelitian yang berjudul "Sikap Remaja Dalam Penyalahgunan Narkoba Ditinjau Dari Ketahanan Keluarga" yaitu ada pengaruh ketahanan keluarga baik secara fisik, psikis, sosial dan spiritual terhadap sikap remaja dalam penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, maka direkomendasikan agar keluarga meningkatkan peran dan fungsinya agar anak atau remaja dapat tercegah dari penyalahgunaan narkoba, juga kepada pihak yang terkait supaya lebih memperhatikan program-programnya untuk kemanfaatan remaja agar tercegah anak/remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Kepada remaja dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat seperti mengikuti seminar, diskusi, pelatihan tentang Narkoba dan masalahnya, dapat menyeleksi teman sebaya yang dipandang baik dan buruk, sehingga anak/remaja dapat tercegah dalam penyalahgunaan narkoba. Kepada masyarakat, hendaknya tanggap terhadap situasi yang memungkinkan dapat terjadi penyalahgunaan narkoba dilingkungannya, melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Kepada pihak sekolah, perlu adanya kurikulum (materi pelajaran) tentang narkoba dan masalahnya, agar remaja dapat tercegah dari penyalahgunaan narkoba, oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan seluruh Guru BP dalam menangani masalah narkoba agar bisa mentransfer pengetahuannya kepada anak didiknya. Sekolah juga harus melakukan jejaring dengan pihak-pihak terkait concern dan berkompeten dalam masalah narkoba.


Ketersediaan

2016HD326362. 230724 IKA s c.1Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD327362. 230724 IKA s c.2Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD328362. 230724 IKA s c.3Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD329362. 230724 IKA s c.4Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD330362. 230724 IKA s c.5Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD331362. 230724 IKA s c.6Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD332362. 230724 IKA s c.7Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD333362. 230724 IKA s c.8Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD334362. 230724 IKA s c.9Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia
2016HD335362. 230724 IKA s c.10Perpustakaan BBPPKS YogyakartaTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
362. 230724 IKA s c.
Penerbit B2P3KS Press : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
xvi, 161 hlm. : ilus. ; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-698-402-2
Klasifikasi
362. 230724
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet. 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this